Ads 468x60px

Selamat Datang di Blog Keperawatan, Materi PMR, dan Kesehatan
Tampilkan postingan dengan label Perawatan Kedaruratan di Rumah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perawatan Kedaruratan di Rumah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Agustus 2012

Junior Red Cross Competition (JRCC) Tahun 2012

LOMBA PALANG MERAH REMAJA MADYA ( PMR MADYA) TAHUN 2012

Download petunjuk teknis lomba Junior Red Cross Competition (JRCC) Tahun 2012 se-Kabupaten Kendal di SMA N 1 Pegandon. Kegiatan dilaksanakan pada :

hari, tanggal : Minggu, 14 Oktober 2012
jam                   : 07.00 - selesai
tempat            : SMA N 1 Pegandon (jalan raya putat - pegandon)
peserta           : PMR Madya ( SMP dan MTs ) se- kabupaten Kendal

pendaftaran atau info lomba dapat menghubungi : Fikri ( 089604424434 ) atau Uwais ( 089668656888 )

Untuk petunjuk teknis, DOWNLOAD DISINI!!
Baca Lagi >>

Kamis, 10 Mei 2012

Diare merupakan penyakit yang ditandai dengan gejala buang air besar dalam bentuk encer atau cair dengan frekuensi yang lebih sering dari biasanya. Bahkan tak jarang gejala ini disertai muntah, sehingga dapat menyebabkan penderita mengalami dehidrasi.
Banyak faktor penyebab terjadinya penyakit ini, namun kebanyakan dihubungkan dengan kualitas makanan yang masuk ke dalam tubuh. Karena itu penyuluhan tentang diare sebaiknya dilakukan terhadap penanganan secepatnya terhadap penderita dan merubah gaya hidup sehat.
Kebersihan Lingkungan
Penyakit diare kebanyakan menyerang anak-anak di bawah umur 12 tahun. Selain daya tahan tubuhnya yang belum kuat, juga karena anak-anak lebih suka jajan makanan di luar rumah. Anak-anak biasanya menyukai makanan yang berwarna-warnai dan dengan penampilan memikat. Apalagi kalau makanan jajanan itu terbuka atau tidak terbungkus, sehingga akan mudah dihinggapi lalat yang membawa bakteri penyakit. 
Selain itu, penyakit ini juga berkaitan dengan kualitas air minum yang digunakan untuk mengolah makanan. Masalah kebersihan lingkungan, terutama kesadaran masyarakat terhadap makanan yang sehat, dengan air yang bersih, dan tidak mengandung bahan atau zat kimia berbahaya relatif masih rendah. Tak sedikit hanya karena didorong untuk memperoleh keuntungan bisnis yang sedikit, mereka mengorbankan perhatian terhadap dampaknya terhadap anak-anak yang memakannya. 
Karena itulah, masalah kebersihan lingkungan harus ditanamkan, baik terhadap anak maupun kepada para pedagang yang membuat produk makanan untuk segmen anak-anak. Penyuluhan tentang diare juga harus dilakukan terhadap kualitas air minum yang dikonsumsi. Air minum harus selalu dimasak atau memiliki kualitas yang baik sebelum diminum.
Gaya Hidup Sehat
Penyakit diare biasanya terjadi akibat menurunnya daya tahan tubuh atau terjadi pada anak yang menderita kekurangan gizi. Sejumlah penelitian menemukan adanya fakta yang cukup menarik sebagai berikut :
  • Anak-anak yang tidak mendapatkan asupan ASI secara penuh pada 6 bulan pertama mengalami risiko jauh lebih besar terserang penyakit diare, khususnya yang disertai dehidrasi berat, dibandingkan anak-anak yang mendapatkan ASI penuh pada 6 bulan pertama.
  • Anak-anak yang menderita kurang gizi akan berisiko terkena penyakit diare jauh lebih besar dari pada anak-anak yang gizinya tercukupi.
Dengan memperhatian hal tersebut, penyuluhan tentang diare juga perlu dilakukan terhadap orang tua, khususnya ibu, untuk selalu memberikan asupan ASI sejak bayi lahir hingga berumur 6 bulan. Begitu juga dengan asupan makanan tambahan maupun makanan harian yang diberikan kepada anak-aak harus memperhatikan kebutuhan tubuh anak melalui menu gizi seimbang.
Penanganan Penderita
Orang yang menderita penyakit diare, khususnya bila berlangsung terus menerus, akan mengalami dehidrasi. Berkurangnya cairan tubuh dalam jumlah yang besar dapat membahayakan jiwa penderita. Oleh karena itu, penyuluhan tentang diare dilakukan agar penderita mendapatkan rehidrasi atau diberikan air minum yang cukup. 
Selain itu, pemberian minuman yang cukup juga dapat membantu saluran pencernaan menetralisir bahan makanan berbahaya yang masuk ke dalam tubuh. Termasuk apabila diare yang dideritanya disebabkan karena keracunan makanan, makanan yang terlalu pedas, atau makanan mengandung zat kimia yang tidak baik bagi tubuh.
Baca Lagi >>

Kamis, 19 Januari 2012

Kompres


 Memberikan macam-macam kompres

a.            Kompres dingin kering
b.            Kompres dingin basah
c.            Kompres panas kering
d.            Kompres panas basah

Kompres Dingin 
Tujuan : menurunkan panas dan menghentikan perdarahan

a.    Kompres dingin kering : dengan kirbat es/ kantong es
§  Kantong Es ini mempunyai sumbat dan cincin, yang berfungsi untuk menjaga agar tutpnya tetap rapat
§  Sebelum dimasukkan kedalam kantong es, potongan es dimasukkan kedalam air sebentar, untuk menghilangkan sisi runcingnya yang dapat merobek kantong es
§  Kantong es diisi setengahnya saja sebelum ditutup udara dikeluarkan terlebih dahulu
§  Periksa bocor atau tidak kantongnya
§  Es dalam kantong diratakan, kemudian dikeringkan
§  Bungkus dengan kain atau handuk kecil, lalu letakkan pada tempat yang akan dikompres
§  Setelah beberapa waktu diperiksa, bila es sudah cair diganti dengan yang baru.

b.   Kompres dingin basah :
§  Gunakan baskom yang berisi air dingin, handuk kecil dimasukkan kedalam air tersebut yang mudah mengisap air
§  Peras sedikit sehingga air tidak menetes
§  Letakkan pada tempat yanag akan dikompres, mis : dahi
§  Bila amat panas sekali, perlu juga dikompres pada ketiak dan lipatan paha
§  Dapat digunakan air hangat 

Kompres Panas
Tujuan
-          Mempercepat penyembuhan
-          Mengurangi rasa sakit
-          Membantu memperbaiki aliran darah

c.    Kompres panas kering :
§  Dengan kantong air panas (dari karet) atau botol yang tertutup rapat
§  Kantong diletakkan mendatar pada sebuah meja, dengan mulutnya menghadap keatas
§  Kantong atau botol tertutup tersebut diisi dengan air hangat 2/3 bagian (bukan air yang mendidih, karena dapat merusak kantong)
§  Keluarkan udara dari kantong
§  Periksa kantong/ botol dengan tidak membalikkan kebawah
§  Kantong/ botol dikeringkan dan dibungkus dengan kain, lalu letakkan pada bagian yang akan dikompres
§  Bila air sudah dingin maka harus diganti

d.    Kompres panas basah :
§  Gunakan baskom yang berisi air panas, handuk kecil dimasukkan kedalam air tersebut yang mudah mengisap air
§  Peras sedikit sehingga air tidak menetes
§  Letakkan pada tempat yanag akan dikompres
Bila air telah dingin, dilakukan kembali seperti semula
Baca Lagi >>

Mengukur Suhu,Nadi, dan Nafas


1.  Mengukur suhu tubuh (Termometer)

Tujuan mengukur suhu :
   Untuk mengetahui suhu tubuh si sakit
   Untuk mengetahui adanya kelainan pada suhu tubuh si sakit
   Untuk mengetahui perkembangan penyakit
   Untuk membantu dokter dalam menegakan diagnosis.

Tempat dan cara mengukur suhu tubuh
Di Ketiak :
  • Pelaku mencuci tangan
  • Siapkan termometer, usahakan air raksa berada diposisi pangkal termometer.
  • Beritahu si sakit.
  • Keringkan ketiak si sakit
  • Tempatkan pangkal termometer ditengah ketiak
  • Di minta si sakit untuk menjepitnya selama 10 – 15 menit
  • Tangan yang lain membantu menekan bagian lengan yang menjepit termometer.
  • Setelah 10 – 15 menit termometer dikeluarkan, dibaca sampai dimana air raksanya dan dicatat.
  • Termometer dibersihkan dan disimpan.
  • Pelaku mencuci tangan.

Di dubur :
§  Pengukuran suhu di dubur dilakukan pada :
-          Bayi, anak & orang yang sakit parah, dan pada orang dalam keadaan tertentu.

§  Pengukuran suhu di dubur tidak boleh dilakukan pada :
-          Orang sakit yang luka di daerah dubur
-          Orang yang berpenyakit kelamin

§  Cara mengukur suhu di dubur
-          Pelaku mencuci tangan
-          Siapkan termometer dengan minyak pelumas/minyak
-          Beritahu si sakit, miringkan si sakit, bebaskan pakaian yang menutupi bokong.
-          Kaki yang sebelah atas ditekuk ke arah perut.
-          Olesi pangkal termometer dengan minyak kelapa ,untuk memudahkan saat memasukkan.
-          Pisahkan bokong si sakit agar anus menjadi tampak, lalu pangkal termometer dimasukkan.
-          Pegang termometer selama berada dalam anus kurang lebih 3 menit
-          Keluarkan termoter baca hasilnya dan catat di buku harian.
-          Termometer dibersihkan lalu disimpqn.
-          Pelaku cuci tangan.

Di Mulut:
Dilakukan pada orang sakit bila kedua tempat diatas tidak memungkinkan
§  Pengukuran suhu di mulut tidak boleh dilakukan pada ;
-          Orang yang tidak sadar atau gelisah.
-          Orang yang berpenyakit mulut,batuk pilek atau sesak nafas.
-          Bayi/anak yang masih kecil.

  • Cara mengukur suhu di mulut.
-          Pelaku cuci tangan.
-          Siapkan termometer.
-          Beritahu si sakit.
-          Si sakit diminta untuk membuka mulut.
-          Letakkan pangkal termometer dibawah lidah agak ke samping, diminta si sakit untuk menutup mulut dan bernafas melalui hidung.
-          Setelah 3 menit keluarkan termometer ,baca dan catat di buku harian.
-          Termometer dibersihkan , lalu disimpan.
-          Cuci tangan.

2.  Menghitung  denyut nadi

  • Menghitung denyut nadi adalah sama pentingnya dengan mengukur suhu.
  • Tujuan Mengukur denyut nadi.
o   Mengetahui keadaan umum si sakit.
o   Mengetahui keadaan jantung.
o   Mengikuti perkembangan jalannya penyakit.
o   Membantu menentukan diagnosa.

  • Pelaksanaan.
o   Pelaku cuci tangan.
o   Beritahu Orang Sakit.
o   Si sakit duduk atau berbaring ,lengan dikendurkan dengan ibu jari seb atas .
o   Cari nadi dengan 3 jari (telunjuk,jari manis dan jari tengah)
o   Hitung denyut nadi selam ½ menit ,hasilnya dikalikan dua  dan dicatat dalam buku harian.

3.  Menghitung  Frekuensi Pernafasan

  • Yang dimaksud dengan 1 kali pernafasan adalah 1 kali menarik nafas + 1 kali mengeluarkan nafas.
  • Tujuan Menghitung Pernafasan :
o   Mengetahui keadaan umum si sakit.
o   Membantu Dr dalam menentukan diagnosa.
  • Pelaksanaan.
o   Dihitung segera setelah menghitung denyut nadi.
o   Jangan diberi tahu si sakit
o   Diperhatikan apakah kedua dinding bergerak seirama,apakah terlihat ada kesukaran dalam bernafas.(misalnya adanya cekungan pada kulit diantara tulang iga dan pada sudut pangkal leher ketika si sakit menarik nafas.).
o   Hitung pernafasan selama ½ menit dan hasilnya dikali 2 catat dalam buku catatan harian.

4.  Membuat buku catatan harian orang sakit

   Seorang PK harus membuat catatan tentang apa saja yang dilaksanakan dalam perawatan/pengobatan dan juga keluhan yang dirasakan oleh si sakit.

   Data yang perlu di catat.
-    Nama,umur, berat badan si sakit (terutama untuk anak-anak).
-    Tanggal- jam- suhu – nadi pernafasan
-    Makanan dan minuman  (diet)
-    Pengobatan (nama obat, dosis pemberian , cara pemberian ).dan reaksi setelah makan-minum obat.
-    Bab dan Bak. (jumlah, Frekwensi, konsistensi tinja, warna dsb).
-    Keterangan : keadaan/perubahan dari si sakit,gejala yang tampak
Baca Lagi >>

Penataan Tempat Tidur Orang Sakit


Penataan tempat tidur orang sakit

a.    Penataan tempat tidur orang sakit
Bila seseorang sakit harus dirawat dengan baik dan sedapatmungkin dibaringkan di tempat tidur tersendiri yang diatur rapih dan bersih.

Maksud dan tujuan :
   Mempercepat upaya penyembuhan
   Mencegah penyakit bertambah parah
   Memperkecil bahaya penularan
   Membuat orang sakit merasa nyaman

b.   Prosedur Penataan tempat tidur orang sakit :
Untuk si sakit yang dapat beranjak dari tempat tidur :
   Pelaku mencuci tangan dan memakai celemek
   Beritahu si sakit
   Semua peralatan disediakan dalam kamar diatas meja, termasuk keranjang/ember kosong untuk barang tenun yang kosong (jangan diletakan di atas lantai)
   Barang tenun yang kotor dilepaskan, dimasukkan ke keranjang / ember kosong.
   Bantal/guling disingkirkan, ditaruh di atas kursi.
   Kasur dibalikkan, bagian kaki berada di bagian kepala.
   Ambil seprei bersih, letakan lipatan pertengahan seprei pada pertengahan  kasur, buka seprei dan perhatikan bahwa pada bagian kepala sisi seprei harus dapat diselipkan dengan baik (+ 25 cm dibawah kasur), barulah bagian kaki (kadang-kadang seprei kurang).  Ditarik dengan baik supaya tidak ada lipatan.
   Kain perlak dan kain alas diletakkan di atas seprei (untuk menghindarkan seprei mudah kotor) dengan pertengahannya berada di pertengahan kasur.
   Pada ke empat sudut seprei dibuat lipatan diagonal, barulah diselipkan sisi alat tenun di bawah kasur, lalu dirapihkan.
   Sarung bantal dan guling bersih dipasang dan dikembalikan pada tempat semula.
   Selimut yang bersih dipasang dengan cara pertengahan selimut diletakkan di atas pertengahan tempat tidur.  Pada bagian kaki dibuat lipatan agar kaki dapat digerakkan, barulah selimut diselipkan di bawah kasur.
   Buka celemek dan cuci tangan.

Untuk si sakit yang tidak dapat beranjak dari tempat tidur :
   Pelaku mencuci tangan dan memakai celemek
   Beritahu si sakit
   Semua peralatan disediakan dalam kamar diatas meja, termasuk keranjang/ember kosong untuk barang tenun yang kosong (jangan diletakan di atas lantai)
   Bantal, guling dan selimut dikeluarkan dan diletakkan di atas kursi
   Seluruh sisi seprei, kain perlak dan kain alas perlak dilepaskan dari selipan dibawah kasur.
   Si sakit dimiringkan membelakangi pelaku
   Seprei yang kotor, kain perlak dan alas perlak digulung ke arah punggung si sakit.
   Seprei yang bersih dipasang, letakkan lipatan pertengahan seprei pada pertengahan kasur dengan memperhatikan agar di bagian kepala, sisi seprei dapat diselipkan dengan baik.
   Perlak dan kain alas perlak yang bersih diletakkan diatas seprei bila ada satu perlak, maka perlak ditarik dari gulungan seprei yang kotor, dibersihkan kembali, dengan memakai air sabun lalu dikeringkan dan diberi talk, pasang kembali diatas seprei.
   Ujung dan sisi seprei, perlak dan kain alasnya diselipkan dibawah kasur serta dirapihkan,
   Sisakit dibalikkan kembali dan dimiringkan ke arah pelaku.
   Pelaku pindah posisi ke belakang si sakit, gulung alat tenun yang kotor, keluarkan  dan masukan kedalam keranjang /ember untuk pakaian kotor (kecuali kain perlak bila tidak ada gantinya dibersihkan).
   Seprei, perlak dan kain alas perlak dirapihkan, ujung serta sisi-sisinya diselipkan dibawah kasur.
   Si sakit dibaringkan terlentang kembali.
   Sarung bantal dan guling diganti dengan yang bersih dan diletakkan pada tempatnya semula.
   Selimut yang bersih dipasang. 
  Buka celemek dan pelaku mencuci tangan.
Baca Lagi >>

Mencuci Tangan dan Pakai Celemek


1.  Mencuci tangan

a.    Kapan mencuci tangan di lakukan:
o   Sebelum dan sesudah merawat orang sakit
o   Sebelum memegang makanan dan minuman
o   Sesudah memegang alat kotor / binatang
o   Setelah buang air kecil dan buang air besar.

b.   Tujuan mencuci tangan :
o   Membersihkan tangan dari segala kotoran
o   Menjaga kesehatan Pelaku
o   Mengurangi penularan penyakit
o   Melatih suatu kebiasaan yang baik

c.    Tiga cara mencuci tangan yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan:
1.    Cuci tangan higienik atau rutin dengan menggunakan sabun/detergen
2.    Cuci tangan aseptik : sebelum tindakan pada pasien dengan menggunakan antiseptik
3.    Cuci tangan sebelum melakukan pembedahan : dengan menggunakan antiseptik dan sikat steril.

d.    Peralatan mencuci tangan :
1.    Menggunakan air yang mengalir, jika tidak ada washtafel/ledeng, menggunakan botol, ceret, dll.
2.    Sabun dan tempatnya
3.    sebuah sikat tangan bila perlu
4.    Sebuah handuk tangan/serbet.

e.    Prosedur pelaksanaan :
1.   Lepaskan semua perhiasan di tangan (arloji, gelang, cincin,dll)
2.   Buka keran atau siraman air dari ceret/botol
3.   Gosok putaran keran dengan sabun kemudian di bilas
4.   Basahi tangan sampai kesiku dan sabuni hingga berbusa
5.   Mulai dari telapak tangan, sela jari, punggung tangan, pergelangan tangan sampai siku. Bila perlu kuku disikat dengan sikat tangan.
6.   Sabun disiram dengan air terlebih dahulu dengan air sebelum diletakkan pada tempatnya.
7.   Bilas tangan sampai bersih. Dapat diulang sampai 3 kali.
8.   Tutup kran, ingat jangan mengibaskan air dari tangan.
9.   Keringkan tangan dengan menggunakan handuk tangan atau serbet.


2. Memakai celemek

a.    Tujuan Memakai celemek :
o   Melindungi pakaian dari kotoran
o   Mengurangi bahaya penularan penularan

b.   Cara menggunakan celemek :
o   Setelah mencuci tangan, peganglah tali penggantung celemek dan masukan melalui kepala.
o   Kedua tali pada sisi kiri dan kanan diikat pada bagian belakang tubuh pelaku dengan ikatan yang mudah dilepas.

c.    Cara melepaskan celemek :
o   Buka ikatan celemek yang ada dibelakang tubuh pelaku.
o   Lepaskan celemek melalui kepala
o   Celemek dapat digantung di dalam ruangan orang sakit dengan posisi bagian luar celemek menghadap keluar. Bila digantung diruangan si sakit bagian luar celemek berada di dalam.
o   Pelaku mencuci tangan kembali
Baca Lagi >>