Ads 468x60px

Selamat Datang di Blog Keperawatan, Materi PMR, dan Kesehatan

Rabu, 28 Maret 2012

Konsep Diri

Share this history on :
Konsep diri adalah penilaian terhadap diri sendiri menurut aspek fisik, psikologis, social, maupun spiritual, jika penilaiannya bagus maka akan memiliki rasa percaya diri yang baik tapi jika penilaiannya terhadap diri negatif maka akan menjadi orang yang rendah diri atau minder, perasaan rendah diri ini bisa terjadi karena menganggap orang lain lebih dari anda dalam segala hal atau malah sebaliknya anda menjadi sombong karena merasa lebih tinggi dari orang lain dan memandang orang lain lebih rendah dari anda.
Konsep diri ini akan menjadi dasar bagi anda maupun saya dalam berinteraksi dengan orang lain, jika anda memiliki konsep diri yang baik maka anda akan mampu menampilkan sesuatu yang sesuai dengan kaidah yang berlaku di masyarakat.
Untuk membangun konsep diri yang baik maka anda harus mampu menerima semua kelebihan dan kekurangan diri dengan proporsional, jika anda mampu menerima semua yang ada pada diri nda maka anda tidak ingin meminta seperti orang lain contoh : anda ingin memiliki badan sekekar Ade Rai, memiliki ketampanan Leonardo Di Caprio, Mewarisi kekayaan Donal Triumph dan menjadi orang yang paling ini dan paling itu. Anda tidak akan menemukan orang seperti itu, karena setiap manusia selalu membawa kelebihan dan kekurangan, semua itu di ciptakan dengan pertimbangan yang tidak mampu dipahami oleh manusia.
Menurut penelitian Dr Stanley penulis the Millionaire Next Door bahwa kebanyakan orang milyuner justru memiliki tampang yang biasa – biasa saja, mengapa hal itu terjadi karena pemerataan kesempatan dan sesuai dengan probabilitas atau peluang, setiap manusia terlahir dari sperma juara yang akhirnya menjadi manusia utuh, sehingga harus ada factor keunikan yang membuat manusia itu berbeda antara satu dengan yang lain, jika semua manusia itu sama betapa membosankannya hidup ini, jika setiap hari anda bertemu dengan orang yang wajahnya sama semua, apa yang akan terjadi, anda seperti hidup dalam sebuah dunia yang aneh, karena perbedaanlah akhirnya muncul fotomodel, muncul peragawan, muncul covergirl yang memiliki kelebihan secara fisik, ketika yang bertampang tidak menarik menekuni dunia bisnis dan menjadi berhasil justru mereka yang mampu membayar orang dengan fisik cantik. Mengapa bisa seperti itu? Semua itu demi keadilan, apapun yang anda miliki sebenarnya adalah pemberian terbaik dari tuhan, bagaimana dengan orang tetraplegi yang tidak bisa bergerak Sama sekali yang tergantung ke orang lain seratus persen. Mereka masih bersyukur karena masih hidup, jika anda bisa menerima semua kekurangan maupun kelebihan dengan proporsional maka anda tidak akan pernah merasa menjadi orang yang paling hebat karena menyadari bahwa anda memiliki kekurangan, sedangkan dengan mengetahui bahwa anda memiliki kelebihan maka anda tidak akan rendah diri.
Membentuk konsep diri yang positif bisa diawali dengan melihat yang lebih rendah dari anda kemudian mulai mensyukuri semua pemberian tuhan kepada anda, pernah saya berharap akan memiliki otak genius seperti Albert Einstein tapi ketika kemudian melihat bahwa nilai saya hanya rata – rata saya tidak mau menyerah, meskipun saya tidak memiliki otak yang cemerlang tapi saya yakin dengan memiliki mental juara maka saya akan mampu mencapai semua impian saya . kekuatan mental inilah yang menurut saya menjadi salah satu factor penentu kesuksesan, meski ketika saya menulis buku ini kekayaan saya baru ditaksir sekitar 300 – 400 juta tetapi saya merasa bahwa apa yang saya miliki belum seberapa. Mengapa saya mengatakan belum seberapa karena agar esok saya akan semakin meningkatkan jumlah kekayaan tersebut, meski kekayaan bukan satu – satunya tujuan ada tujuan lain yang lebih mulia tapi dengan memiliki kekayaan saya berharap bisa membantu orang disekitar saya dengan rumahsakit biaya murah atau tempat kuliah dengan biaya murah.
Dulu ketika masih berusia sekitar 17 tahun saya sering mimpi akan menjadi orang kaya seperti tetangga – tetangga saya, meskipun menurut saya impian saya baru 75 % tetapi menurut orang lain, saya sudah berada dalam tahap berubah dari nothing to be something. Bahkan jika ada orang lain yang naik mobil saya akan mengatakan bahwa saya lebih kaya dari mereka meskipun pada kenyataannya belum tentu. Karena saya menyakini kekayaan adalah kualitas bukan kuantitas. Logikanya : anda memiliki asset 1 milyar tapi anda memiliki beban operasional perbulan 250 juta, memiliki hutang 500 juta maka anda masih punya sisa 250 juta, bagaimana dengan bunga bank yang harus anda tanggung kalo terjadi inflasi?
Jika anda hanya melihat kuantitas maka anda tidak bisa menganalisa secara fundamental, menurut Robert Tiyosaki anda belum menjadi Investor Fundamental, investor yang menjual saham bukan membeli saham, pebisnis yang menciptakan bisnis bukan membeli bisnis, meski basik ekonomi saya lemah tapi saya yakin bahwa dengan belajar terus menerus maka analisa bisnis saya akan meningkat dengan sendirinya.
Beberapa teman saya yang sudah lebih dulu sukses dari bisnis saya jadikan lawan semu, untuk memacu diri bahwa kita juga bisa, ketika melihat rumah mereka yang megah saya berharap kelak saya akan memiliki rumah dengan fasilitas lux mampu mengendarai kendaraan termutakhir, usia baru 30 tahun tetapi saya berharap usia 45 tahun saya sudah bisa pensiun dari pekerjaan saya dan bebas secara finansial.
Jika anda ingin tahu banyak cara keluar dari kesulitan finansial bacalah buku Rich Dad Poor Dad, Rich Dad Guide to Investing, Cashflow Quadrant, Millionaire Next Door, Thingk Rich and Growth Rich, Financial Revolution semua cara dijabarkan dalam buku – buku tersebut. Tugas saya adalah meyakinkan anda bahwa anda bisa mencapai apapun yang anda inginkan asalkan anda YAKIN.
Keajaiban itu tidak akan datang dengan tiba – tiba tetapi datang dengan segenap upaya anda, upaya secara fisik, secara mental, secara social dan secara spiritual. Jika anda meminta kepada Tuhan maka akan dikabulkan.
http://imron46.wordpress.com/2008/09/24/konsep-diri/

0 komentar:

Posting Komentar